Kumpulan Puisi Sahabat

WAKTU YANG AKAN MENJAWAB
Karya: Alya Altra

Masih ingat kah saat kita bersama dahulu
Mengikat tali persahabatan dengan begitu erat
Yang mungkin tidak seorang pun dapat melepasnya
Untuk memisahkan kita semua
Namun detik demi detik kian berlalu
Semua telah hilang di telan zaman
Bagaikan dedaunan yang terurai tanah
Yang tak bisa kembali seperti semula
Saat hati ini teringat pada kalian
Saat itu pula air mata ini keluar menetes
Saat mata ini melihat semua kenangan
Saat itu pula Aku ingin bersama kalian
Apakah kita masih mampu bersama?
Bercanda dan tertawa seperti dahulu lagi
Namun, apakah itu hanya sebatas angin yang kian berlalu
Hanya waktu yang bisa menjawab itu semua


AKU DAN KAMU, KAWAN
Karya: Febi

Kawan,
Tahukah kamu berapa lama masa yang kita lewati?
Aku tak ingin tau
Karena kamu selamanya bagiku
Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan air mata yang terlanjur jatuh
Tak akan berubah menjadi nestapa
Denganmu, kepenetanku tergilas sima
Terkadang di satu waktu
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan
Amarah tak akan bisa bertahan lama di kalbuku
Aku sadari, Aku teringat jauh ke dalam hatimu
Ingatlah kawan
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang Aku, kamu dan kehidupan


BINTANG UNTUK SAHABAT
Karya: Siti Halimah

Malam nan suci dan sepi
Menarikku untuk keluar rumah
Aku pandangi langit malam
Ternyata bertaburan Bintang yang tak terhitung jumlahnya
Andaikan Aku seorang bidadari
Akan Aku bawa diriku dan sahabatku untuk menari di atas sana
Kuraih sebuah Bintang terindah
Dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku


MENANGISLAH SOBAT
Karya: Maulida

Tak bisa ungkap dengan kata apapun
Ini memang sangat membosankan
Ini begitu melelahkan
Bahkan, ini sangat menjengkelkan
Tubuh seakan beku dalam bongkahan es
Membeku tidak tahu kapan akan mencair
Ya.. Itu benar sobat
Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton
Menerangi tubuh di dalam kegelapan
Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata
Ini sangat menyedihkan
Namun, ingatlah sobat
Kau tidak sendiri
Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu
Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak
Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas
Karena itu lebih baik ku lihat
Dari pada kau terdiam kaku di bawah sorto lampu itu
Bagai seorang tokoh tanpa dialog





  Selesai juga ya menyimaknya. Gimana guys? Syahdu bukan?! Semoga setelah membaca puisi-puisi itu kalian yang sedang bersedih sudah mulai tersenyum. Rindu memang tidak dilarang, tapi harus dikontrol ya guys. Hehe

See You next time :)

Komentar

Posting Komentar